Gerakan sosial di media sosial upaya melawan Covid-19



World Health Organization (WHO) menyatakan, coronaviruses (cov) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut covid-19. Virus corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (Mers-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV). Virus ini pertama kali muncul di Wuhan Cina, Desember 2019, lalu berkembang sangat cepat bahkan ke berbagai negara, dan saat ini sudah merupakan suatu pandemi, melanda seluruh dunia.
Pandemik Covid 19 telah menjadi Isu global, Dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dilakukan social Distancing bahkan lockdown , dan sekarang masyarakat Indonesia di himbau untuk tetap di rumah saja dan melakukan social Distancing agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Mengutip dari DW Indonesia, Kamis (30/4/2020), isolasi diri tidak selalu berhubungan dengan rasa panik atau ketakutan, tetapi lebih merupakan tanggung jawab sosial yang harus ditanggapi dengan serius oleh semua orang.
Karena dilakukan social Distancing maka banyak masyarakat yang menggunakan media sosial sebagai alternatif sosialisasi, Media sosial terkadang berperan sebagai sebuah gerakan sosial untuk aspirasi suara masyarakat, hal ini wajar dilakukan karena dilihat dari efektivitas dan efisiensi, tidak membutuhkan banyak dana, banyak nya pengguna yang aktif semakin bertambah di tengah pandemi ini.
Gerakan sosial di media sosial ini menarik perhatian masyarakat, karena kita bisa melihat seringnya suatu kejadian menjadi trending topik di Twitter , hal ini dianggap sebagai bukti partisipasi dan reaksi masyarakat pada gerakan sosial terhadap sebuah gejala sosial dan berpengaruh pada dunia nyata. Contoh gerakan yang efektif di Twitter yaitu #SaveKPK , #KawalPemilu.
Banyak gerakan sosial yang dilakukan untuk bantuan kemanusiaan , Contohnya gerakan yang dilakukan oleh selegram Rachel Vennya melalui kitabisa.com untuk membantu rumah sakit yang kekurangan alat perlindungan diri (APD) melawan Covid-19. Rachel berhasil mendonasikan rp.2 miliar  untuk bantuan APD tenaga medis.
Serta gerakan yang dilakukan oleh Najwa Syihab dan dian sastro lelang sneakers , Dan gerakan anne Avantie yang menggunakan konfeksi miliknya untuk memproduksi APD , bagi tenaga medis yang membutuhkan, dan mengajak para penjahit agar mau dengan sukarela berkontribusi dan turut serta dalam pembuatan APD. Dan masih banyak gerakan lainnya yang dilakukan di media sosial.
Sebagai pengguna media sosial , penting untuk kita mengikuti pemberitahuan Covid-19 yang terbaru agar tidak mudah percaya dengan berita HOAX yang banyak menyebar, seperti di media FB, akan lebih baik kita menyaring informasi yang kita dapatkan baru kita share, karena jika kita share berita hoax itu akan menimbulkan kepanikan bagi orang lain dan hal tersebut menambah masalah.
Ditengah pandemik covid-19 saat ini, ekonomi Indonesia semakin merosot. Pemerintahlah yang berperang penting dalam menangani pandemik saat ini, salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Ditengah wabah covid-19 salah satunya adalah dengan pengadaan BLT-Dana Desa (Bantuan Langsung Tunai) yang disalurkan pemerintah untuk masyarakat, namun realitanya BLT-Dana Desa ini dimanfaatkan keberadaannya oleh beberapa oknum-oknum yang hanya memikirkan dirinya sendiri.
Saat ini harusnya masyarakat saling membantu, bukannya menambah kemelaratan orang lain, BLT-Dana Desa yang harusnya tersalurkan dengan baik kepada masyarakat namun tak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Surat edaran dari Menteri Desa telah dijelaskan dengan sangat terperinci dan jelas mengenai BLT-Dana Desa ini. Namun ada saja segelintir orang-orang yang mengambil keuntungan dari BLT-Dana Desa, oknum-oknum seperti itu hanya memikirkan kepentingan atau keuntungan pribadi tanpa memikirkan bagaimana nasib masyarakat yang tengah dirundung masalah ekonomi Ditengah wabah covid-19. Masih ada oknum yang mengambil keuntungan pada Bantuan kemanusiaan tersebut.
Dampak dari virus Corona terhadap perekonomian yaitu Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali jatuh yang telah menyentuh angka Rp16.000. Hal ini kembali menjadi ancaman mata uang Rupiah di pasar menciptakan rupiah dikarenakan merebaknya virus corona di seluruh dunia sehingga menciptakan ketidakpastian yang sangat tinggi dan mengakibatkan penurunan kinerja pasar, keuangan global, menekan banyak mata uang dunia serta pembalikan modal kepada aset keuangan yang dianggap aman.
Pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar melakukan Social Distancing dan sebaiknya untuk mengisolasi diri di rumah. Hal ini juga dapat mengurangi laju jual beli di masyarakat akan mengurang sehingga akan juga mengancam roda perekonomian masyarakat.
Tempat usaha yang bermitra dengan transportasi Online untuk layanan pesan antar secara online tidak sepenuhnya menjamin lancarnya roda perekonomian di masyarakat. Banyak usaha kecil yang tidak bermitra dengan transportasi online tersebut yang mengakibatkan turunnya omset secara drastis. Hal ini sontak membuat banyak pihak mengeluh karena merasa rugi.
Wabah virus ini membuat gelombang pasang surut pada pasar dunia sehingga perekonomian pun menjadi anjlok. Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo menjelaskan bahwasanya wabah virus Covid-19 ini berdampak pada perekonomian global
Saya berharap semoga pandemi ini segera berlalu dan mereda , Saya pun mengajak teman-teman untuk tetap terus mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap #dirumahsaja hingga wabah virus ini berakhir. Dan tetap mengikuti himbauan pemerintah dengan menjaga kebersihan dan memakai masker ketika keluar rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media massa dalam pemberitaan Covid-19 : bagaimana Pemikiran Michel Foucault Melihatnya ?